hay .... selamat datang..... met gabung yakkk...!!!!!!

Selasa, 07 Februari 2012

kurikulum tingkat satuan pendidikan
KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) mengisyaratkan bahwa proses pembelajaran yang ideal adalah pembelajaran yang dapat merangsang peserta didik untuk dapat mengungkapkan segala potensi dirinya untuk dapat meraih sekian kompetensi sesuai dengan bakat dan minatnya, bukan sebaliknya hanya disuapi oleh guru dengan segala macam pengetahuan. Pembelajaran yang bermakna juga demikian, mengedepankan pengembangan potensi peserta didik, sehingga pembelajaran bukan bersumber atau terfokus pada guru, melainkan berfokus dan terpusat pada peserta didik. Proses pembelajaran yang demikian idealnya dilakukan dengan cara yang santun dan menyenangkan. Bukan dengan doktrinisasi dan intimidasi/tekanan. Sehingga dapat dikatakan pembelajaran tersebut adalah pembelajaran ramah anak atau dengan prinsip asah, asih, asuh. Ada sebelas indikator/tolok ukur bahwa pembelajaran dapat dikategorikan sudah PAKEM, yaitu :
1. Metode Pembelajaran :
Kegiatan belajar siswa menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi (wawancara, pengamatan, bermain peran, penelitian, berlangsung di luar dan di dalam kelas) sesuai dengan mata pelajaran. Idealnya lebih dari 3 jenis.
Kegiatan belajar siswa menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan spesifikasi bahan ajar.
Penggunaan metode dalam kegiatan belajar siswa sesuai dengan RPP.
2. Pengelolaan Kelas :
Kegiatan belajar siswa variatif (individual, berpasangan , kelompok, klasikal). Idealnya lebih dari 3 jenis.
Kelompok belajar siswa beragam (gender, sosial-ekonomi, intelegensi). Idealnya lebih dari 3 variabel.
Keanggotaan kelompok belajar berubah-ubah sesuai kebutuhan belajar (sesuai KD, materi, metode, dan alat bantu belajar).
Kegiatan pembelajaran menggunakan tata tempat duduk (meja/kursi) yang memudahkan siswa berinteraksi dengan guru maupun dengan siswa lainnya. Idealnya lebih dari 3 variasi tata tempat duduk.
Tata tertib kelas dibuat (dan disepakati) bersama antara siswa dan guru. Idealnya murni inisiatif siswa (khusus kelas tinggi).
3. Ketrampilan Bertanya :
Pertanyaan yang diajukan guru dapat memancing/mendukung siswa dalam membangun konsep/gagasannya secara mandiri.
Guru mengajukan pertanyaan selalu memberikan jeda (waktu tunggu) yang memberikan keleluasaan seluruh siswa untuk berfikir, lalu menunjuk siswa yang harus menjawab tanpa pilih kasih secara acak.
Guru juga mendorong siswa untuk bertanya, berpendapat dan/atau mempertanyakan gagasan guru/siswa lain.
Siswa menjawab pertanyaan guru dengan lebih dulu mengacungkan tangan tanpa suasana gaduh.
Siswa berani bertanya, berpendapat dan/atau mempertanyakan pendapat baik secara lisan/tulisan.
4. Pelayanan Individual :
Terdapat program kegiatan belajar mandiri siswa yang terencana dan dilaksanakan dengan baik.
Siswa dapat menyelesaikan tugas /permasalahannya dengan membaca, bertanya atau melakukan pengamatan dan percobaan.
Guru melakukan identifikasi, merancang, melaksanakan, mengevaluasi dan menindaklanjuti Program Pembelajaran Individual (PPI) sebagai respon adanya kebutuhan khusus (hiperaktif, autis, lamban, dsb).
Kegiatan pembelajaran melayani perbedaan individual ( tipe belajar, siswa: audio, visual, motorik, audio-visual, audio-visual-motorik) menggunakan multimedia.
Siswa melakukan kegiatan membaca dan menulis atas keinginan sendiri dan didokumentasikan.
5. Sumber Belajar dan Alat Bantu Pembelajaran
Guru menggunakan berbagai sumber belajar (sudut baca, perpustakaan, lingkungan sekitar) yang sesuai dengan kompetensi yang dikembangkan.
Guru membuat alat bantu pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang dikembangkan sendiri dan /atau bersama siswa/orangtua siswa.
Guru trampil/menguasai alat bantu pembelajaranyang tersedia dan sesuai dengan materi yang diajarkan.
Lembar kerja mendorong siswa dalam menemukan konsep/gagasan/rumus/cara (tidak hanya mengerjakan perintah) dan dapat menerapkannya dalam konteks kehidupan nyata sehari-hari.
6. Umpan Balik dan Evaluasi
Guru memberikan umpan balik yang menantang (mendorong siswa untuk berpikir lebih lanjut) sesuai dengan kebutuhan siswa.
Guru memberikan umpan balik (lisan/tulisan) secara individual.
Guru menggunakan berbagai  jenis penilaian (tes dan non tes) dan memanfaatkannya untuk kegiatan tindak lanjut.
Setiap proses dan hasil pembelajaran disertai dengan reward /penghargaan dan pengakuan secara verbal  dan/atau non verbal.
7. Komunikasi dan Interaksi
Bantuan guru kepada siswa dalam pembelajaran bersifat mendorong untuk berfikir (misalnya dengan mengajukan pertanyaan kembali).
Setiap pembelajaran terbebas dari ancaman dan intimidasi (yang ditandai : tidak ada rasa takut, labelling, bulliying, anak menikmati, guru ramah).
Setiap proses pembelajaran bebas dari perlakuan kekerasan (emosional, fisik, pelecehan seksual).
Perilaku warga kelas (siswa dan guru) sesuai dengan tata tertib yang dibuat bersama dan etika yang berlaku.
Siswa mendengarkan dengan baik ketika guru atau siswa lain berbicara.
Komunikasi terjalin dengan baik antara guru-siswa dan siswa-siswa.
8. Keterlibatan Siswa
Siswa aktif dan asyik berbuat /bekerja dalam setiap kegiatan pembelajaran.
Guru selalu meberikan kesempatan kepada siswa untuk tampil di depan kelas untuk menyajikan/mengemukakan /melakukan sesuatu.
Dalam setiap kerja kelompok ada kejelasan peran masing-masing siswa dan terlaksana secara bergilir.
9. Refleksi
Setiap usai pembelajaran guru meminta siswa menuliskan/mengungkapkan kesan  dan keterpahaman siswa tentang apa yang telah dipelajari.
Guru melaksanakan refleksi/perenungan tentang kekuatan dan kelemahan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
10. Hasil Karya Siswa
Berbagai hasil karya siswa dipajangkan, ditata rapid an diganti secara teratur sesuai perkembangan penyampaian materi pembelajaran.
Hasil karya siswa adalah murni karya /buatan siswa sendiri.
11. Hasil Belajar
Hasil belajar siswa memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM).
Siswa mengalami peningkatan kompetensi personal/sosial sesuai dengan potensinya (kerjasama, toleransi, menyelesaikan konflik secara sehat, bertanggung jawab dan kepemimpinan).
Siswa mengelami peningkatan rasa percaya diri (kemampuan bertanya, menjawab dan tampil di depan kelas).
Kelas dan pembelajaran yang PAKEM ternyata tidak hanya terlihat dari segi fisik saja, misalnya banyaknya pajangan di kelas sehingga nampak ramai dan meriah, namun yang lebih penting dan utama adalah proses pembelajaran dan cara mengajar yang sudah tidak konvensional lagi.
Marilah, dengan pembelajaran yang PAKEM kita sambut UN 2010 dengan penuh optimisme dan rasa percaya diri. Saya percaya bahwa seluruh guru di Indonesias sudah lama melaksanakan pembelajaran secara PAKEM. Postingan ini hanyalah sebagai on service saja. Mudah-mudahan walau sekecil apa pun dapat membawa manfaat bagi kita semua.
 




 
1.Manfaat mempelajari mata kuliah profesi keguruan dalam hubunganya dengantugas sebagai guru adalah: agar mahasiswa memilki pemahaman dan kemampuanuntuk mengembangkan peranan professionalnya sebagai guru dengan acuan sikap profesinal dan wawasn tentang kode etik keguruan dalam melaksanakan tugas.2.Hubungan antara mata kuliah profesi keguruan dengan mata kuliah lain dalamkelompok mata kuliah dasar kependidikan (MKDK) adalah: Mata kuliah3.Yang di maksud dengan peran guru professional adalah: peran guru dalam semua pendidikan mencakup 3 bidang layanan, yaitu: layanan intruksional, layananadministrasi, layanan bantuan social pribadi. Layanan intruksional merupakantugas utama guru, sedangkan layanan administrasi dan bantuan merupakan pendukung. Ketiga bidang layanan merupakan tugas pokok dalam menciptakanserangkaian perubahan tingkah laku yang saling berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan bertujuan mewujudkan perkembangan siswa secaraoptimal.4.Peranan guru dalam administrasi sekolah adalah: Guru harus mengerti caramengelola sekolah dan peran guru didalamnya, bagaimana memanfaatkan prosedur serta mekanisme pengelolaan tersebut untuk kelancaran tugas-tugasnyasebagai guru, serta guru harus bertindak sesuai jabatanya. Contohnya: pengambilan inisiatif, pengaruh dan penilaian kegiatan-kegiatan pendidikan;Orang yang ahli dalam mata pelajaran; Penegak disiplin; Pelaksana adminstrasi pendidikan; pemimpin generasi muda; Penerjemah bagi masyarakat.5.Kode etik guru Indonesia sbb:a.Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusiaindonesi seutuhnya yang berjiwa pancasila. b.Guru memiliki & melaksanakan kejujuran professional.c.Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahanmelakukan bimbimgan dan pembinaan.d.Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.e.Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakatsekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersamaterhadap pendidikan.f.Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan danmeningkatkan mutu dan martabat profesinya.g.Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan dankesetiakawanan social.h.Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasiPGRI sbg sarana perjuangan dan pengabdian.i.Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.6.Kompetensi dan peran guru merupakan factor kunci kenerhasilan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Kompetensi dan peran guru di sekolah adalah:
 
Guru sebagai demonstrator, guru hendaknya senantiasa menguasai materi pelajaran yang diajarkan dan senantiasa mengembangkannya dalam artimeningkatkan ilmu yg dimilikinya.
•Guru sbg mediator dan fasilitator:i.Mediator: guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pengalamanyg cukup tentang media pendidikan karena media pendidikanmerupakan alat komunikasi.ii.Fasilitator: guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar dan mengajar.
•Guru sbg evaluator: guru hendaknya secara terus menerus mengikuti hasil belajar yg telah dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu. Informasi ygdiperoleh melalui evaluasi tersebut merupakan umpan balik.
•Guru sebagai pengelola kelas, guru hendaknya mampu mengelola kelassbg lingkungan belajar serta merupakan aspek dari lingkungan yg perlu diorganisir.Kompetensi guru adalah kemempuan seorang guru dalam melaksanakankewajiban secara bertanggung jawab dan layak sebagi profesi keguruanya.7.Seorang guru yang baik biasanya mempunyai memiliki dasar mengajar yg baik shg proses belajar mengajar dikelas berjalan dengan baik. Keterampilan dasar adalah: suatu kreasi atau keterampilanyg dimiliki oleh seorang guru di bidangtertentu yg dicapai melalui jenjang pendidikan sesuai bidangnya sehingga dpmencapaitujuan yg akan dicapai.8.Pandangan masyarakat terhadap profesi guru masih belum baik, karena:
•Adanya pandangan sbg masyarakat bahwa bahwa siapapun dp menjadi guruasalkan ia berpengalaman dan berpengetahuan.
•Kekurangan guru didaerah terpencil memberikan peluang utk mengangkatseseorang yang tidak memiliki keahlian utk menjadi guru.
•Banyak guru yg belum menghargai profesinya, apalagi usahamengembangkan profesinya itu, perasaan rendah diri karena menjadi guru, penyalah gunaan profesi utk kepuasan dan kepentingan sbg guru semakinmeningkat.9.Jabatan guru merupakan jabatan professional dan sbg jabatan professional pemegangnya memenuhi kualifikasi tertentu. Kretiria jabatan adalah:
•Jabatan yg melibatkan kegiatan intelektual
•Jabatan yg menggeluti suatu batang tubuh ilmu yg khusus
•Jabatan yg memerlukan persiapan professional yg lama.
•Jabatan yg memerlukan latihan dlm jabatan yg berkesinambungan
•Jabatan yg menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yg permanent
•Jabatan yg menentukan baku standarnya sendiri
•Jabatan yg mementingkan layanan diatas keuntungan pribadi
•Jabatan yg mempunyai organisasi professional yg kuat dan terjalin erat.10.Arti administrasi dalam arti sempit adalah segala sesuatu yg berhubungan dengancatat-mencatat, surat-menyurat, penataan, kearsipan, pengisian atau pengajaransejenis formulir dsb atau tata usaha

11.Administrasi dalam arti luas adalah keseluruhan proses yg mempergunakan danmengikut sertakan semua semua sumber potensi yg tersedia dan yg sesuai baik  personal maupun material dalam usaha untuk mencapai bersamasuatu tujuansecara efektif dan efesien.12.Mengapa tugas guru dan tanggung jawab yg begitu kompleks di perlukan persyaratan khusus, maka di perlukan persyaratan profesi dari seorang guru yaitu:
•Menuntut adanya keterampilan yg berdasarka konsep dan teori ilmu pengetahuan yg mendalam
•Menekankan suatu pada keahlian dalam bidang tertentu sesuai dalam bidang profesinya
•Menuntut adanya tingkat pendidikan keguruan yg memadai
•Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaanyg dilaksanakanya
•Memungkinkan perkembangan sejalan dg dinamika kehidupan.13.Kode etik profesi itu ada di dalam bidang profesi apapun. Tujuan kode etik secaraumum adalah:
•Untuk menjunjung tinggi martabat professi
•Untik menjaga dan memelihara kesejahteraan
•Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi
•Untuk meningkatkan mutu profesi.14.Pada umumnya ada tiga bidang layanan professional guru di sekolah yaitu:layanan instruksional/bersifat pengajaran, layanan BK dan layanan administrasi pendidikan. Layanan instruksional yaitiu guru di tuntut menguasai bidang study ygdiajarkan, serta berwawasan yg berhubungan dg materi itu. Kemampuan mengemasmateri itu sesuai dglatar berkembangan dan tujuan pendidikan, hingga merangsangmenguasai materi itu dg menggunakan kreatifitasnya. Layanan BK adalah tugas yg berhubungan dg membantu murid dalam mengatasi maslah belajarpd khususnya danmaslah-maslah pribadi yg akan berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Layananadministrasi adalah guru harus memahami bagaimana harus bertindak thdp tugasmengajar serta dengan personalia pendidikan atau orang-orang diluarnya yg ikutmenentukan keberhasilan tugas mengajarnya.15.Tujuan suatu profesi menyusun kode etik adalah untuk menjunjung tinggimartabat profesi, mejaga dan memelihara kesejahteraan para anggota , meningkatkan pengabdian anggota profesi, dan meninkatkanmutu profesi dan mutu organisasi profesi.16.Fungsi kode etik guru Indinesia adalah sbg landasan moral dan pedoman tingkahlaku setiap guru warga PGRI dlm menunaikan tugaspengabdian sbg guru, baik didalammaupun diluar sekolahserta dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.17.Empat misi utama PGRI, yakni: (a) Misi politis/ideology, (b) Misi persatuanorganisatoris, (c) Misi profesi, dan (d) Misi kesejahteraan. (Basuni, 1986)18.Sasaran sikap professional keguruan adalah: (a) Sikap terhadap peraturan perundang-undangan, (b) organisasi profesi, (c) Teman sejawat, (d) Anak didik, (e)Tempat kerja, (6) pemimpin, dan (7) Pekerjaan.19.Secara perseorangan peningkatan mutu profesi seorang guru dpt dilakaukan baik secara formal maupun informal. Peningkatan secara formal merupakan peningkatan mutumelalui pendidikan melalui berbagai kursus, sekolah, maupun di perguruan tinggi ataumelalui lain yg berhubungan dg bidang profesinya. Secara informal guru dp saja

 
meningkatkan mutu profesinya dg mendapatkan informasi dari mass media (surat kabar,majalah, radio, televise, dll)atau dari buku yg sesuai dg bidang profesi yg bersangkutan.20.Hubungan sesama anggota profesi dp dilihat dari dua segi, yakni: hubunganformal dan hubungan kekeluargaan. Hub formal ialah hub yg perlu dilakukan dlm rangkamelakukan tugas kedinasan. Sedangkan hub kekeluargaan adalah hub persaudaraan yg perlu dilakukan, baik dlm lingkungan kerja mauun dalam hub keseluruhan dlm rangkamenunjang tercapainya keberhasilan anggota profesi dlm membawakan misalnya sbg pendidik bangsa.21.Beberapa prinsip yg harus dipahami oleh seorang guru dlm menjalankan tugasnyasehari-hari, yakni: tujuan pendidikan nasional, prinsip membimbing, dan prinsip pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.22.Tujuan pendidikan nasional dg jelas dp di baca dlm UU No.2/1989 tentang SistemPendidikan Nasional, Yakni membentuk manusia seutuhnya yg berjiwa pancasila. Prisipmanusia seutuhnya dlm kode etik ini memandang manusia sbg kestuan yg bulat, utuh, baik jasmani maupun rohani, tidak hanya berilmu tinggi tetepi juga bermoral tinggi pula.Utk mencapai tujuan pendidikan nasional: murid harus dapat berkembang secara optimaldg kemampuan optimal utk berkreasi, mandiri, bertanggung jawab, dan dpt memecahkanmasalah-maslah yg dihadapi. Pendidikan harus membantu bukan hanya mengembangkankemampuan inteleknya, teapi juga kemampuan mengatasi masalah didlm dirinyasendiridan masalh yg di temuinya dlm interaksinya dg lingkunganya. Jika itu tercapaimaka murid natinya akan mendapatkan kehidupan yg baik sehingga dp melaksanakanfungsinya sbg warga Negara.23.Menurut Jones (1963) “Tugas pembimbing hanyalah membantu agar individu ygdibimbing mampu membantu dirinya sendiri, sedanglakn keutusan terakhir tergantungkpd individu yg dibimbing (klien)”. Menurut Rohman Rochman Nata widjaja (1978)“Proses pemberian bantuan kpd individu yg dilakukan secar berkesinambungan, supayaindividu tsb dpt memehami dirinya sehingga ia snggup mengarahkandiri dan dapat bertindak wajar sesuai dg tuntutan dan keadaan keluargaseta masyarakat. Dengandemilian dia dpt mengecap kebahagian hiduonya serta dapat memberikan sumbangan yg berarti”. Menurut Bimi Walgito (1982) “Bantuan atau pertolongan yg diberikan kpdindividu atau sekumpulan individu-individu dlm menghindari atau mengatasi kesulitan – kesulitan di dlm kehidupanya, agar individu-individu dpt mencapai kesejahteraanhidupnya”.24.Dari pengertian diatas dp dikemukakan bahwa: bimbingan merupakan (a) suatu proses yg berkesinambungan, (b) suatu proses membantu individu, (c) bantuan yg di berikan itu dimaksudkan agar individu yg bersangkutan dp mengerahkan danmengembangkan dirinya secara optimal sesuai dg kemampuan/potensinya, dan (d)kegiatan yg bertujuan utama memberikan bantuan agar individu dp memahami keadaandirinya dan mampu menyesuaikan dg lingkungannya.25.Konseling adalah suatu pertalian balik antara dua orang individu dimana ygseorang (konselor) membantu yg lain (konseli) supaya dia dp lebih baik memahamidirinya dalam hubungan dg masalah hidup yg dihadapinya pd waktu itu dan pada waktuyg akan dating. (James P. Adam di kutip oleh Depdikbud 1976: 16a)26.Ciri-ciri kegiatan konseling adalah: (a) pada umumnya dilaksanakan secaraindividual, (b) pada uumnya dilakukan dlm suatu perjumpaan tatap muka, (c) Untuk  pelaksaan konseling di butuhkan orang yg ahli, (d) tujuan pembicaraan dlm proses
 
konseling diarahkan utk memecahkan yg dihadapi lien, (e) individu yg menerima layanan(klien) akhirnya mampu memecahkan masalahnya dg kemampuannya sendiri.27.Perbedaan bimbingan dan konseling dg kegiatan belajar mengajar adalah: (a)tujuan yg ingin dicapai pd kegiatan mengajar sudah dirumuskan terlebih dahulu dantarget pencapaian tujuan tersebutsama untuk seluruh untuk seluruh siswa dlm satu kelasatau satu tingkat, dalam kegiatan bimbingan dan konseling target pencapaian tujuan lebih bersifat individual atau kelompok, (b) pembicaraan dslm kegiatan belajar mengajar lebih banyak siarahkan pd pembicaraan informasi, atau pembuktian dalam suatu masalah,sedangkan dlm konseling lebih ditujukan untuk memecahkan suatu masalh yg dihadapiklien, (c) dalam kegiatan belajar mengajar, siswanya belum tentu memunyai maslah yg berkaitan dg materi yang diajarkan, sedangkan dlm kegiatan bimbingan dan konseling pdumumnya klien telah/sedang menghadapi masalah, (d) untuk melaksanakan bimbingandan konseling, bagi konselor di tuntut suatu keterampilan khusus dan berbeda dg bagiseorang guru/pengajar.28.Bimbingan & konseling menangani masalah-masalah atau hal-hal di luar bidanggarapan pengajaran, tetapi secara tidak langsung menunjang tercapainya tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah itu.29.Tujuan bimbingan di sekolah adalh membantu siswa: (1) Mengatasi kesulitandalam belajarnya sehingga memperoleh prestasi belajar yang tinggi, (2) Mengatasiterjadinya kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik yang dilakukan pada sat proses belajar mengajar berlangsung dalam hubungan social, (3) Mengatasi kesulitan-kesulitan yg berhubungan dg kesehatan jasmani, (4) Mengatasi kesulitan yg berhubungan dgkelanjutan studi, (5) Mengatasi kesulitan-kesulitan yg berhubungan dg perencanaan dan pemilihan jenis pekerjan setelah mereka tamat, (6) Mengatasi kesulitan-kesulitan yg berhubungan dg maslah social- emosional di sekolah yg bersumber dari sikap muted yg bersangkutan terhadap dirinya sendiri, terhadap lingkungan sekolah, keluarga, danlingkunganyg lebih luas. Secara umum tujuan layanan bimbingan adlah membantumengatasi berbagai macam kesulitan yg dihadapi siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar yg efektif dan efisien.30.Bimbingan & konseling dp memberikan layanan dalam: (1) Bimbingan belajar,(2) Bimbingan social, dan (3) Bimbingan dalam mengatasi masalah pribadi.31.Asas adalah segala hal yg harus dipenuhi dlm melaksanakan suatu kegiatan agar kegiatan tsb dp terlaksana dg baik serta mendapatkan hasil yg memuaskan. Dlmkegiatan/layanan bimbingan & konseling menurut prayitno (1982) ada beberapa asas yg perlu diperhatikan yaitu: asas kerahasian, asa keterbukaan, asas kesukarelaan, asaskekinian, asas kegiatan, asas kedinamisan, asas keterpaduan asas kenormaitifan, asaskeahlian, asas alih tangan, asas tut wuri handayani.32.Layanan bimbingan & konseling hendaknya menekankan pada: orientasiindividual, orientasi perkembangan siswa, orientasi permasalahan yg di hadapisisiwa.33.Kode etik jabatan ialah pola ketentuan/aturan/tata cara yang menjadi pedomandlm menjalankan tugas dan aktivitas suatu profesi.34.Program bimbingan dan konseling adalah suatu program yg memberikan layanankhusus yg di maksudkan untuk membanyu individu dlm mengadakan penyesuaian diri.Program bimbingan itu menyangkut dua factor yaitu (1) factor pelaksana atau ygmemberikan bimbingan dan, (2) factor-faktor yg berkaitan dg perlengkapan, metode, bentuk layanan siswa-siswa dsb, yg mempunyai kaitan dg kegiatan bimbingan. Program
 
 bimbingan memberikan arah yg jelas dlm mencapai tujuanyg telah yg telah di tetapkandg efisien dan efektif.35.Layanan bimbingan dan konseling di TK hendaknya ditekankan pada: (a)Bimbinganyg berkaitan dg kemandirian dan keharmonisan dalam menjalin hubungansocial dengan teman-teman sebayanya. (b) Bimbimgan pribadi, seperti pemupukandisiplin diri dan memahami perintah.36.Layanan bimbingan di SD yaitu: (a) hendaknya lebih menekankan pada aktivitas-aktivitas belajar. (b) masih menggunakanguru kelas sehingga seandainya ada anak ygtidak disenangi oleh guru maka akan lebih fatal akibatnya. (c) adanya kecendrunganseorang anak bergantung kepada teman sebayanya. (d) minat orang tua dominantmempengaruhi nilai kehidupan anak. (e) masalah-masalah yg timbul di tingkat SD tidak terlalu kompleks.37.Layanan bimbingan & konseling di tingkat SLTP berorientasi kpd: (a) bimbingan belajar, karena cara belajar di SLTP berbeda dg di SD. (b) bimbingan tentang hubungamuda-mudi karena pad usia ini mereka mulai mengenal hubungan cinta kasih. (c) padausia ini mereka mulai membentuk kelompok sebaya (peer group), maka program bimbingan hendaknya juga menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan dghubungan social. (d) bimbingan yg berorientasi pd tugas-tugas berkembangan anak usia12-15 tahun. (e) Bimbingan karier baik yg menyangkut pemahamantentang dunia pendidikan ataupun pekerjaan.38.Layanan bimbingan SLTA hendaknya berorientasi kpd: (a) hubungan muda-mudi/hubungan social. (b) Pemberian informasi pendidikan dan jabatan. (c) Bimbingancara belajar.39.Layanan bimbingan di perguruan tinggi hendaknya berorientasi kepada: (a)Bimbingan belajar di perguruan tinggi atau bimbingan yg bersifat akademik. (b)hubungan social dan hubungan muda-mudi.40.Sistem pendidikan nasional adlah satu keseluruhan yg terpadu dari semua satuandan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dg lainya untuk mengusahakan tercapainyatujuan pendidikan nasional.41.Adminstrasi pendidikan menengah merupakan: bentuk kerja sama personel pendidikan menengah untuk mencapai tujuan pendidikam menengah denagn merancang,mengadakan dan memanfaatkan sumber-sumber (manusia, uang, peralatan,dan waktu.Tujuan pendidikan menengah memberikan arah kegiatan serta criteria keberhasilankegiatan itu. Tujuan pendiikan menengah juga merupakan landasn kegiatan administraisi pendidikan menengah. Tujuan itu dapat dijabarkan kedalam tujuan antara , yaitu tujuankurikuler, tujuan instruksional umum, dan tujuan intruksional khusus.42.Supervisi didevinisikan sebagai suatu proses mengawasi kemampuan seseoranguntuk mencapai tujuan organisasi (Daresh 1989). Sebagai bantuan dalam pengembangansituasi belajar mengajar (wilies 1955). Lucio dan McNeil (1978) mendifinisikan tugassupervisi yg meliputi: (a) Tugas perencanaan, yaitu untuk menetapkan kebijaksanaan dan program. (b) Tugas administrasi, yaitu pengambilan keputusan serta pengkoordinasianmelalui konfrensi dan konsultasi yg dilakukan dalam usaha mencari mencari perbaikankualitas pengajaran. (c) Partisipasi secara langsung dalam pengembangan kurikulum,yaitu dalam dalam kegiatan merumuskan tujuan, membuat penuntun mengajar bagi guru,dan memilih isi pengalaman belajar. (d) Melaksanakan demonstrasi mengajar untuk guru-guru, serta (e) Melaksanakan penelitian. Pengertian supervisi dirumuskan secara

sederhana yaitu semua usaha yg dilakukan supervisor untuk memberikan bantuan kepadaguru dalam memperbaiki pengajaran.43.Kegiatan supervise bertujuan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar mengajar. Kegiatan utamanya ialah membantu guru, tetapi dalam konteksnya yg luasmenyangkut komponen sekolah yg lain karena guru juga terkait dg komponen tata usaha,sarana, lingkungan sekolah dll. Sasaran supervise dapat kita bedakan menjadi dua yaituyg berhubungan langsung dengan pengajaran dan yg berhubungan dg pendukung pengajaran.44.Ada dua jenis supervise dilihat dari perananya dalam perubahan. Yaitu: (1)Supervisi traktif, artinya supervise yang hanya berusaha melakukan perubahan kecilkarena menjaga kontinuitas. Supervisi ini misalnya dp dilihat dari kegiatan rutin seperti pertemuan rutin dg guru-guru untuk membicarakan kesulitan-kesulitan kecil,memberikan informasi tentang prosedur yg telah di sepakati dan memberikan arahandalam prosedur standar operasi (PSO) dalam suatu kegiatan. (2) Supervisi dinamik yaitusupervise yang diarahkan untuk mengubah secara lebih intensif praktek-praktek  pengajaran tertentu. Tekanan dalam perubahan ini diletakkan kepada diskontinuitas,gangguan terhadap praktek yang ada sekarang untuk diganti dg yg baru. Programdemikian merupakan program baru yg mempengaruhi perilaku murid, guru dan semua personel sekolah.
profesi keguruan


PEMILIHAN METODE MENGAJAR YANG EFEKTIF UNTUK SEKOLAH DASAR

Hubungan Pembelajaran dengan Metode Mengajar
1.       Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar diantaranya adalah faktor tujuan pembelajaran, karakteristik materi pelajaran, faktor siswa, faktor alokasi waktu, dan fasilitas penunjang.
2.       Pembelajaran merupakan kegiatan yang bertujuan yang banyak melibatkan aktivitas siswa dan aktivitas guru. Untuk mencapai tujuan pengajaran perlu adanya metode mengajar.
3.       Pemilihan metode mengajar harus mempertimbangkan pengembangan kemampuan siswa yang lebih kreatif inovatif dan dikondisikan pada pembelajaran yang bersifat problematis. Pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar secara mandiri dan belajar secara kelompok.
4.       Metode mengajar memiliki fungsi sentral dalam pembelajaran diantaranya yaitu sebagai alat atau cara untuk mencapai tujuan pembelajaran.
5.       Tujuan pembelajaran yang harus dikembangkan berdasarkan ranah tujuan kognitif, afektif dan psikomotor. Ranah tujuan tersebut akan memungkinkan dicapai pada tujuan yang bersifat umum.
6.       Setiap pemilihan metode mengajar harus didasarkan pada hasil kajian antara perilaku yang diharapkan dengan cara yang akan ditempuh dalam pembe-lajaran.

Hubungan Pengalaman Belajar dengan Metode Mengajar
1.       Pengalaman belajar (learning experience) merupakan suatu proses atau hasil kegiatan belajar yang dilakukan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2.       Penggunaan metode ceramah esensinya menyajikan bahan pelajaran secara lisan oleh guru, yang akan membentuk pengalaman belajar dalam kemampuan menyimak, dan pemahaman terhadap informasi dari materi pelajaran yang disajikan.
3.       Penggunaan metode diskusi esensinya menyajikan bahan pelajaran melalui sesuatu problem yang harus diselesaikan secara bersama dibimbing oleh guru, yang akan membentuk pengalaman belajar siswa dalam menjawab persoalan serta belajar secara kerja sama dan membuat suatu keputusan.
4.       Penggunaan metode simulasi esensinya menyajikan bahan pelajaran melalui objek atau kegiatan pembelajaran yang bukan sebenarnya. Pengalaman belajar yang diperoleh dari metode ini meliputi kemampuan kerja sama, komunikatif, dan mengiterpretasikan sesuatu kejadian.
5.       Penggunaan metode demonstrasi esensinya menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung pada objeknya atau caranya melakukan sesuatu untuk mempertunjukkan sesuatu proses. Pengalaman belajar yang diperoleh melalui metode ini meliputi kemampuan bekerja dan berpikir secara sistematis, dan mengamati objek yang sebenarnya.
6.       Penggunaan metode eksperimen esensinya menyajikan bahan pelajaran melalui percobaan serta mengamati sesuatu proses. Pengalaman belajar yang akan diperoleh adalah menguji sesuatu, menguji hipotesis, menemukan hasil percobaan dan mengembangkan rasa ingin tahu siswa. Dalam membentuk pengalaman belajar siswa cenderung menggunakan metode-metode yang memiliki kadar CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) dan keterampilan proses, serta metode mengajar digunakan secara multi metode dan bervariasi.

Kondisi-kondisi dalam Pencapaian Tujuan Belajar
Beberapa butir penting yang telah Anda pahami dari kegiatan belajar tiga yaitu:
1.       Kondisi-kondisi yang perlu diidentifikasi dalam pencapaian tujuan belajar terdiri atas kondisi internal dan kondisi eksternal. Kondisi internal yaitu kondisi-kondisi yang berasal dari dalam diri siswa, sedangkan kondisi eksternal yaitu kondisi-kondisi yang timbul dari luar diri siswa.
2.       Kondisi internal yang mempengaruhi pencapaian tujuan belajar, diantaranya:
1.       Sikap siswa terhadap proses belajar yang dilakukannya
2.       Motivasi belajar, terutama motivasi intrinsik
3.       Konsentrasi selama melakukan kegiatan belajar
4.       Kadar inteligensi yang dimiliki siswa
5.       Rasa percaya diri untuk belajar
3.       Kondisi eksternal yang mempengaruhi pencapai tujuan belajar, diantaranya:
1.       Kualitas guru dalam melaksanakan proses pembelajaran
2.       Sarana dan prasarana yang menunjang pembelajaran
3.       Lingkungan sosial siswa di sekolah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar